Pertama buat test, saya luncurkan kotak prompt DOS, lalu test ping komputer lain di intranet.
F:prj>ping 192.168.100.64
Pinging 192.168.100.64 with 32 bytes of data:
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Ping statistics for 192.168.100.64:
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms
Ternyata memang tidak bisa, padahal kalau cuma Intranet biasanya bisa.
Sedikit-sedikit, saya tahu ini pasti masalah routing. Jadi saya panggil "route print"
F:prj>route print
Active Routes:
Network Address Netmask Gateway Address Interface Metric
0.0.0.0 0.0.0.0 100.200.3.189 100.200.3.189 1
0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.100.1 192.168.100.63 2
127.0.0.0 255.0.0.0 127.0.0.1 127.0.0.1 1
192.168.100.0 255.255.0.0 100.200.3.189 100.200.3.189 1
100.200.3.189 255.255.255.255 127.0.0.1 127.0.0.1 1
192.168.100.0 255.255.255.0 100.200.3.189 100.200.3.189 1
192.168.100.0 255.255.255.0 192.168.100.63 192.168.100.63 2
192.168.100.63 255.255.255.255 127.0.0.1 127.0.0.1 1
192.168.100.255 255.255.255.255 192.168.100.63 192.168.100.63 1
224.0.0.0 224.0.0.0 100.200.3.189 100.200.3.189 1
224.0.0.0 224.0.0.0 192.168.100.63 192.168.100.63 1
255.255.255.255 255.255.255.255 100.200.3.189 100.200.3.189 1
Dalam hal ini:
IP intranet laptop = 192.168.100.63
IP dialup laptop (disamarkan) = 100.200.3.189
Benar kan ... ternyata jalur routing-nya jadi berganda. Ada dua routing ke intranet (192.168.100.0/255.255.255.0) via interface 100.200.3.189 (modem) dan juga via 192.168.100.63 (ethernet). Masalahnya, yang lewat modem metricnya 1, jadi akan dipilih lebih dulu dibanding yang metric-nya 2. Dengan demikian, paket yang mestinya ke intranet, akan dikirim ke internet !!! Bahaya besar. Kalau ketahuan saya akan dimarahi oleh yang mbaurekso Internet.
Buat memperbaikinya, tentu saja routing salah tersebut harus dihapus. Kalau di Linux gampang. Di Windows 98 ternyata tidak bisa-bisa.
F:prj>route delete 192.168.100.0 mask 255.255.255.0 100.200.3.189
The route specified was not found.
F:prj>route delete 192.168.100.0
The route specified was not found.
F:prj>route delete 192.168.100.0 metric 1
The route specified was not found.
Hampir kehabisan akal, saya pergi ke ikon dial-up, buka propertiesnya. Setelah dicari sana sini, ketemu tempatnya, sembunyi jauh sekali:
* Buka properties dial-up networking.
* Klik tab "Server Type".
* Klik tombol "TCP/IP Settings".
* Hilangkan cek "default gateway on remote network".
* Klik OK, OK sampai selesai.
Saya coba ulangi dial lagi. Aha ... sekarang bisa jalan. Tabel routingnya ternyata berubah jadi begini:
F:prj>route print
Active Routes:
Network Address Netmask Gateway Address Interface Metric
0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.100.1 192.168.100.63 1
127.0.0.0 255.0.0.0 127.0.0.1 127.0.0.1 1
192.168.100.0 255.255.0.0 100.200.3.189 100.200.3.189 1
100.200.3.189 255.255.255.255 127.0.0.1 127.0.0.1 1
192.168.100.0 255.255.255.0 192.168.100.63 192.168.100.63 1
192.168.100.63 255.255.255.255 127.0.0.1 127.0.0.1 1
192.168.100.255 255.255.255.255 192.168.100.63 192.168.100.63 1
224.0.0.0 224.0.0.0 100.200.3.189 100.200.3.189 1
224.0.0.0 224.0.0.0 192.168.100.63 192.168.100.63 1
255.255.255.255 255.255.255.255 100.200.3.189 100.200.3.189 1
Perhatikan sekarang jalur routingnnya sudah tidak berganda.
Itu pengalaman saya hari ini. Mudah-mudahan ada gunanya.
Sunday, April 27, 2008
Hacking Intranet + Dialup di Windows
Posted by EFABE at 7:25 AM 0 comments
Labels: Hacking Windows
Tips Memperbesar spasi harddisk yang tersisa pada Windows XP
Apabila Anda menggunakan sistem operasi Windows XP dan kapasitas harddisk Anda semakin menipis, maka tips ini sangat cocok untuk Anda.
Setelah berpindah ke Windows XP dari Windows 98, saya merasakan perbedaan kapasitas harddisk yang tersisa setelah menginstall sistem operasi tersebut. Mengapa? Karena Windows XP memakan habis kapasitas harddisk saya sebesar 1,5 Gb. Sedangkan harddisk saya hanya 6,4 GB. Saya kaget juga, dan akhirnya setelah bergaul dengan Windows XP selama kurang lebih setahun, saya merasakan bahwa sisa harddisk saya semakin menipis, hingga kurang lebih 650 mb pada partisi drive C saya (saya sudah menambahkan harddisk dan saya memiliki 4 partisi).
Saya mencoba-coba fasilitas yang disediakan Windows XP yaitu Disk Cleanup, yang dapat diakses melalui :
Accecories > System Tools > Disk Cleanup.
Kemudian ditanyakan disk drive mana yang ingin dibersihkan, saya pilih C saja. Kemudian ada pertanyaan lain di mana Anda dapat memilih action apa saja yang dapat dilakukan untuk membersihkan spasi disk Anda.
Saya memilih untuk melakukan kompresi old file (file yang sangat jarang dipakai atau sudah lama tidak digunakan), membersikan file temporary internet, dan temporary secara umum. Setelah menjalankan proses Disk Cleanup selama beberapa saat yang cukup lama (karena proses kompresi) saya mendapati sisa harddisk saya sebesar 1,6 GB, jadi bayangkan saja senangnya saya karena spasi harddisk gratis yang ditambahkan oleh utiliti Disk Cleanup. Tetapi tentunya ukuran ini juga tergantung dari berapa banyak file temporary yang ada, file-file yang jarang digunakan serta seberapa banyak file temporary internet di komputer Anda.
Info tambahan lagi... untuk meningkatkan spasi harddisk Anda adalah dengan mengatur besar spasi harddisk yang dapat digunakan oleh System Restore. Meskipun fasilitas ini bagus, tetapi apabila Anda perlu mengatur spasi harddisk yang digunakan oleh fasilitas ini sehingga tidak menghabiskan spasi harddisk dengan fasilitas yang jarang Anda gunakan.
Anda dapat mengaturnya melalui:
Control Panel > System > Tab System Restore
Kemudian atur besar spasi pada masing-masing drive/partisi yang ada untuk digunakan oleh system restore. Apabila Anda yakin bahwa Anda mungkin tidak pernah menggunakan System Restore, maka matikan aja fasilitas ini. Anda pasti akan mendapati lebih banyak spasi harddisk bila fasilitas ini dimatikan.
Apabila Anda belum pernah mencoba dua trik ini... silakan mencobanya saja...
Posted by EFABE at 7:23 AM 0 comments
Labels: Optimasi Windows, Tips n Trik
Sunday, April 20, 2008
Dedicated Server : Self-hosted Atau Sewa ?
Ada seorang client saya yang bermasalah - websitenya sering down. Saya jadi bingung, karena instalasi dari kami sebetulnya sudah beres. Ternyata;
1. Link ke internet dari datacenternya hanya memiliki bandwidth sebesar 128 Kbps
2. Website nya cukup high-profile (salah satu ormas terbesar di Indonesia), sehingga
3. Sangat sering diserang cracker (portscan, hack attempts, mailbomb, dll), atau
4. Diserbu spam
Poin nomor 3 memerlukan strategi & implementasi keamanan yang ekstra ketat & bandwidth yang besar (terutama untuk menghadapi mailbombing, portscan, DoS, dll), sedangkan poin nomor 4 membutuhkan bandwidth yang besar.
Masalah utama pada kasus client tersebut adalah bandwidth - walaupun linknya adalah dedicated dengan rasio 1:1, namun jelas masih jauh dari cukup untuk menghadapi kasus DoS. 2 zombie saja sudah cukup untuk menghabisi seluruh bandwidth yang ada!
Saya kemudian merekomendasikan client tersebut untuk memindahkan websitenya ke webhoster. Ybs setuju, dan kini sedang dalam proses pemindahannya. Webhoster ini juga memasang web-app firewall, sehingga akan sedikit membantu untuk mengatasi berbagai security hole di website ybs; sambil perlahan-lahan dilakukan security audit secara keseluruhan.
Setelah website mereka up & running, maka kami kemudian bisa membenahi infrastruktur datacenter mereka dengan tenang tanpa terburu-buru.
Salah kaprah
Ini adalah kasus salah paham yang cukup lazim terjadi — datacenter yang berfasilitas lengkap, server bermerek, operating system original versi enterprise; maka berarti sudah lebih dari mencukupi untuk sekedar “hanya” menghosting sebuah website ?
Tidak selalu demikian halnya, seperti yang ditemukan oleh client saya.
Jika suatu saat Anda perlu memiliki sebuah server di Internet, apa saja faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan ?
Beberapa saya coba cantumkan di bawah ini :
Kelebihan Dedicated Self-hosted : (seperti pada kasus client saya)
* Full control : 100% kontrol server berada pada anda
* Physical access : mudah untuk mengakses server secara langsung / fisik.
Kekurangan Dedicated Self-hosted :
* Investasi infrastruktur : untuk mendapatkan uptime yang baik, perlu dilakukan investasi yang tidak sedikit untuk datacenter Anda — anti gempa, anti kebakaran, physical security, climate control, UPS, generator, dan jika ada banyak server di lantai tersebut maka mungkin lantai gedung tersebut mungkin perlu diperkuat / reinforced (karena satu rak server saja beratnya bisa lebih dari setengah ton pada footprint yang sangat kecil).
* Investasi SDM : perlu ada SDM yang ahli dan jumlahnya mencukupi untuk me maintain semua server yang ada.
* Biaya per server : untuk setiap server, ini adalah up-front cost yang biasanya dibayar 100% di muka. Ini mungkin dapat mengganggu cashflow perusahaan, apalagi jika jumlah server cukup banyak.
* Biaya akses Internet : akses internet di Indonesia tidak murah (lebih tepatnya; luar biasa mahal). Dan tidak cukup untuk hanya satu jalur, Anda perlu menyediakan paling tidak 2 jalur akses yang berbeda ke Internet, agar bisa didapatkan uptime yang baik untuk datacenter Anda.
Jadi dari sini saja sudah bisa kelihatan, bahwa self-hosted server adalah opsi yang cenderung hanya bisa dilakukan oleh institusi yang besar & memiliki sumber daya yang cukup.
Untunglah kini sudah ada banyak provider dedicated server yang biayanya terjangkau namun dengan pelayanan yang sangat baik. Beberapa di antaranya adalah :
* Layeredtech.com : saya sudah menggunakan ini selama hampir 4 tahun, dan belum pernah mengalami masalah yang fatal dengan mereka.
* Dreamhost.com : well, sebetulnya ini shared-webhosting provider, mereka tidak menyediakan dedicated server. Namun, disk space 200 GB & bandwidth 1024 GB dengan biaya hanya sekitar US$ 9 / bulan, mungkin banyak orang akan menemukan ini sudah lebih dari mencukupi bagi kebutuhan mereka.
Saya belum bisa merekomendasikan secara pribadi selain 2 provider di atas, namun saya yakin masih ada lagi yang kualitasnya juga baik. Untuk memeriksa kualitas suatu provider dan menemukan penawaran-penawaran khusus, Anda bisa membuka WebHostingTalk.com
Catatan :
Pada berbagai paket Dedicated server, seringkali ada pilihan “Managed”. Jadi, server tersebut akan di manage oleh tim provider.
Tapi hati-hati, definisi “managed” itu sendiri amat, sangat bervariasi. Kadangkala “managed” bisa berarti hanya sekedar reboot; tim mereka tidak akan mau memasangkan software yang Anda butuhkan. Jadi, periksa dulu semua detailnya dengan seksama, sebelum Anda mengeluarkan biaya ekstra untuk layanan “managed” ini.
Posted by EFABE at 6:05 AM 0 comments
Filesystem SSH di Ubuntu
Seringkali kita perlu meng copy file antar server Unix / Linux, dengan parameter cp tertentu, seperti /u (updated files only). Namun fasilitas ini tidak ada di scp. Atau, perlu mounting remote filesystem, namun secara secure. Apa akal ?
Dengan ssfs / fuse, maka kita bisa melakukan ini dengan mudah.
Copy-paste di Ubuntu perintah-perintah berikut ini :
sudo aptitude install sshfs
sudo modprobe fuse
sudo sh -c “echo ‘fuse’ >> /etc/modules”
sshfs / fuse telah terpasang, dan otomatis akan selalu berjalan.
Untuk mounting, ketik perintah berikut ini :
sshfs user@hostname:/path/to/folder /local/folder
Maka kini kita bisa mengakses folder di server remote tersebut via /local/folder, nice!
Ketika sudah selesai, ketikkan perintah berikut ini :
sudo umount /local/folder
Ingin agar ini selalu dilakukan setiap booting ? Cukup edit file /etc/fstab, dan tambahkan baris seperti ini :
[hostname/IP]:/path/to/folder /local/folder fuse defaults 0 0
Semoga bermanfaat.
Posted by EFABE at 6:03 AM 0 comments
IP Limit dengan IPTABLES
This adds CONFIG_IP_NF_MATCH_IPLIMIT match allows you to restrict the
number of parallel TCP connections to a server per client IP address
(or address block).
Examples:
# allow 2 telnet connections per client host
iptables -p tcp --syn --dport 23 -m iplimit --iplimit-above 2 -j REJECT
# you can also match the other way around:
iptables -p tcp --syn --dport 23 -m iplimit ! --iplimit-above 2 -j ACCEPT
# limit the nr of parallel http requests to 16 per class C sized
# network (24 bit netmask)
iptables -p tcp --syn --dport 80 -m iplimit --iplimit-above 16 \
--iplimit-mask 24 -j REJECT
Posted by EFABE at 5:54 AM 0 comments
Setting POP3 Yahoo
Setelan Server Server Surat masuk (POP3): pop.mail.yahoo.co.id
— Gunakan SSL, port: 995
Server Surat Keluar (SMTP): smtp.mail.yahoo.co.id
— Gunakan SSL, port: 465, gunakan authentication
Nama Akun/Nama Pengguna: ID Yahoo! Anda
Alamat email: Alamat e-mail Yahoo! Anda
Sandi: Sandi Surat Yahoo! Anda
Posted by EFABE at 5:51 AM 0 comments
Wednesday, April 16, 2008
Reshade 1.41 (Portable)
Reshade upsamples photos to larger resolutions using the most realistic method available to date.This is a frequent problem for graphic designers that receive small size
photos from clients and need to use them for high resolution printing.
nlarging your photos is also a necessity when cropping part of a dynamic scene or long distance shot. Has it every happen that you accidentally saved long hours of work at a lower resolution?
Well, Reshade is the only choice in this situation.
It works great even when up-sizing video still frames to
create high-definition video from standard-definition. These are just a few of the possibilities.
Easy to use interface - simple adjustments, with quick preview
Fast access - use keyboard shortcuts to open and save files
Drag and drop - open files directly from your internet or file browser
Multiple file types - support various formats including jpeg, png, bmp
Standard image modes - can use CMYK, RGB and grayscale images
Download Links
http://rapidshare.com/files/106960496/Reshade_141_Port.rar
Or
Posted by EFABE at 7:13 AM 0 comments
Labels: Download
Pinnacle Hollywood FX Pro 5.2
Advanced Keyframe Editing - Hollywood FX Pro gives you full keyframe editing of flight paths and every parameter through its advanced keyframe editor. HFX Pro includes advanced shift and scale tools as well as spline curve presets.
Download Links
http://rapidshare.com/files/105012251/Hollywood_FX_Pro_v5.2_-Link_Wizards.us.zip
Or
Posted by EFABE at 7:10 AM 0 comments
Labels: Download
Smart Install Maker 5.02
. Smart Install Maker enables the creation of a professional-looking, custom-made setup file in just a few mouse clicks. The simplicity of Smart Install Maker means:
* No Scripts
* No brain twisters
* No unreasonable charges
http://rapidshare.com/files/105591514/smarinsmak.rar
Posted by EFABE at 7:04 AM 0 comments
Labels: Download
Bee Icons 4.0.3.0
@http://www.beeicons.com
Posted by EFABE at 6:59 AM 0 comments
Labels: Download
Linux/WinXP Separtisi Berdua
Kalau di satu komputer terpasang dual boot Windows dan Linux, sudah jamak kita ingin beberapa filenya bisa diakses bersama. Untuk hal ini biasanya kita pakai suatu partisi yang diformat dengan FAT32 (VFAT). Itu sudah absolete. Mari coba IFS driver.
Singkatnya, IFS drive memungkinkan Windows mengakses partisi dengan format ext2/ext3 (yang notabene adalah format native Linux). Keuntungannya dibanding pakai VFAT:
- Kencang, paling tidak kalau dari Linux.
- Sistem permisinya sesuai dengan linux, dan lancar saja dari Windows. Sebaliknya VFAT agak bermasalah di Linux.
- Partisi bisa lebih dari 4 GB dengan efisiensi tinggi.
- Bisa tulis dan baca dari Windows (dari Linux sih pasti bisa).
INSTALASI DI LINUX
Di Linux anda tidak perlu install apa-apa, cukup siapkan dan mount partisinya.- Siapkan satu partisi kosong (misal pakai cfdisk)
- Format dengan tipe ext2 atau ext3. Kalau dari command line perintahnya:
mkext2 -j /dev/hda10
- mount di suatu folder, misal /mnt/data. Biasanya hal ini dilakukan dengan menambah entry pada /etc/fstab
# This is a root linux partition:
/dev/hda7 / ext3 noatime 0 1
# This is a linux ext3 partition (shared with XP)
/dev/hda10 /mnt/data ext3 defaults 0 2
# Don't use this for shared partition anymore
# /dev/hda5 /mnt/win vfat umask=0,quiet,shortname=mixed,user,noauto 0 0
INSTALASI DI WINDOWS XP
Sementara itu di Windows XP:- Download driver dari http://www.fs-driver.org/download.html
- Jalankan file exe tersebut untuk menginstall driver ext2.
- Pergi ke kontrol panel, cari ikon IFS Drive dan klik.
- Akan muncul dialog berikut. Pilih partisi yang mau di-shared, beri huruf G:

- Setelah reboot, gunakan file explorer untuk mengakses drive G tersebut.


Read More..
Posted by EFABE at 1:56 AM 0 comments
Labels: Windows
Wednesday, April 2, 2008
Reg Script for Multi Yahoo Messenger
REGEDIT4
[HKEY_CURRENT_USER\Software\yahoo\pager\Test]
"Plural"=dword:00000001
...save with ext .reg
Posted by EFABE at 8:44 PM 0 comments
Labels: Windows


